TUJUH TINGKAT IMAN
HAGAI 2:10 :
“Adapun rumah ini kemegahannya yang terkemudian akan melebihi kemegahan yang semula, Firman Tuhan semesta alam dan ditempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah Firman Tuhan semesta alam” (TB).
“Adapun kemuliaan rumah yang terkemudian ini akan lebih besar daripada rumah yang terdahulu itu, Demikianlah Firman Tuhan Serwa sekalian alam; dan dalam tempat ini akan kukaruniakan selamat, demikinlah Firman Tuhan Serwa sekalian alam (TL).
Sebelum rahasia Firman Tuhan ini diungkapkan baik secara harafiah maupun secara pengertian Rohani, baiklah kita lihat dahulu Pendahuluan Kitab Hagai dan siapa Hagai dan ia hidup di zaman mana ?
Pendahuluan
Penulis : Nabi Hagai
Tema : Membangun Kembali Bait Allah
Tanggal Penulisan : 520 sM
Latar Belakang Penulisan
Kitab Hagai adalah yang pertama dari ketiga kitab nabi pasca pembuangan dalam PL (Hagai, Zakharia dan Maleakhi). Nama Hagai disebut dua kali dalam Ezra (Ezr 5:1; 6:14) dan 9 kali dalam kitab ini. Dia disebut "nabi" (Hag 1:1; Hag 2:2,11; Ezr 6:14) dan "utusan Tuhan" (Hag 1:13). Dia mungkin menjadi salah seorang dari sebagian kecil orang Yahudi yang, setelah kembali untuk tinggal di Yerusalem, dapat mengingat Bait Suci Salomo sebelum dibinasakan oleh pasukan Nebukadnezar pada tahun 586 SM (Hag 2:4). Jikalau demikian, maka usia Hagai ketika menulis ini sekitar 70 sampai 80 tahun. Tanggal penulisan kitab ini jelas, tahun kedua pemerintahan Raja Darius dari Persia (520 SM; Hag 1:1).
Latar belakang sejarah kitab ini penting untuk memahami beritanya. Pada tahun 538 SM, Raja Koresy dari Persia mengeluarkan maklumat mengizinkan orang Yahudi buangan untuk kembali ke negeri mereka untuk membangun kembali Yerusalem dan Bait Suci sebagai penggenapan nubuat Yesaya dan Yeremia (Yes 45:1-3; Yer 25:11-12; 29:10-14) dan syafaat Daniel (Dan 9:1-27). Rombongan orang Yahudi pertama yang kembali ke Yerusalem meletakkan dasar Bait Suci yang baru pada tahun 536 SM di tengah-tengah kegembiraan dan harapan besar (Ezr 3:8-10). Akan tetapi, tidak lama kemudian orang Samaria dan tetangga lainnya secara jasmaniah menentang rencana pembangunan itu dan mematahkan semangat para pekerja sehingga pembangunan itu terhenti pada tahun 534 SM. Kelesuan rohani mulai timbul, dan umat itu lalu mulai membangun rumah mereka sendiri. Pada tahun 520 SM, Hagai, dengan ditemani nabi Zakharia yang lebih muda mulai mendorong Zerubabel dan umat itu untuk melanjutkan pembangunan rumah Allah. Empat tahun kemudian Bait Suci itu selesai dibangun dan ditahbiskan (Ezr 4:1-6:22).
Tujuan Penulisan
dalam Sepanjang waktu empat bulan pada tahun 520 SM, Hagai memberitakan empat berita singkat yang tercatat dalam kitab ini (lih. Garis Besar). Berita ini bertujuan ganda:
(1) untuk menasihati Zerubabel (gubernur) dan Yoshua (imam besar) agar mengerahkan umat itu untuk membangun kembali Bait Suci, dan
(2) untuk memotivasi umat itu agar menata kembali hidup dan prioritas mereka untuk melanjutkan tugas mereka secara sungguh-sungguh dengan berkat Allah.
Survei kitab hagai
Kitab ini berisi empat berita, yg masing-masing dibuka dengan "Firman Tuhan" (Hag 1:1; 2: 2, 11, 21).
(1) Hagai pertama-tama menegur para mantan buangan itu karena lebih memperhatikan rumah mereka sendiri yang dipapani dengan baik sedangkan rumah Allah masih merupakan reruntuhan (Hag 1:4). Dua kali nabi Hagai menasihati mereka untuk "perhatikanlah keadaanmu!" (Hag 1:5,7), yang menunjukkan bahwa Allah telah menarik berkat-Nya dari mereka karena cara hidup mereka (Hag 1:6,9-11). Sebagai tanggapan atas perkataan Hagai, maka Zerubabel, Yosua, dan semua orang itu takut akan Allah dan melakukan pekerjaan (Hag 1:12-2:1).
(2) Beberapa minggu kemudian, penilaian beberapa orang buangan yang telah kembali mematahkan semangat mereka, yaitu mereka yang telah melihat kemuliaan bait Salomo sehingga menilai usaha membangun kembali itu tidak berarti jika dibandingkan (Hag 2:4). Hagai menasihati para pemimpin untuk meneguhkan hatinya karena
(a) usaha mereka merupakan bagian dari gambaran nubuat yang lebih luas (Hag 2:5-8) dan
(b) "kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula" (Hag 2:10).
(3) Berita Hagai yg ketiga, yg memanggil umat itu untuk hidup dalam ketaatan kudus (Hag 2:11-20) dan
(4) berita yang keempat (Hag 2:21-24) diberitakan pada hari yang sama. Berita keempat menubuatkan bahwa Zerubabel melambangkan kesinambungan keturunan dan janji Mesias (Hag 2:23).
Ciri-Ciri Khas
Empat ciri utama menandai kitab Hagai.
(1) Beritanya merupakan firman nubuat pertama yang terdengar di Yehuda sesudah pembuangan di Babel.
(2) Kitab ini adalah kitab terpendek kedua dalam PL (hanya 38 ayat); yang paling pendek ialah kitab Obaja.
(3) Frase "beginilah firman Tuhan semesta alam" (dan variasinya) terjadi 29 kali sehingga menggarisbawahi pentingnya beritanya bagi kaum sisa yang kembali ke Yerusalem.
(4) Kitab ini mencatat nubuat PL yang paling terus-terang mengenai kunjungan Allah di masa depan (Hag 2:7-10).
Penggenapan Dalam Perjanjian Baru
Beberapa ayat dalam pasal 2 (Hag 2:1-24) berbicara mengenai kedatangan Mesias (Hag 2:7-10,22-24). Penggoncangan langit dan bumi, bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan disebutkan oleh penulis surat Ibrani (Ibr 12:26-28). Juga, Hagai menubuatkan bahwa Zerubabel akan menjadi seperti "cincin meterai"; di dalam kedua silsilah Yesus Kristus (Mat 1:12-13; Luk 3:27), Zerubabel menjadi pusat yang mempersatukan kedua garis keturunan Mesias: dari Salomo (putra Daud) sampai Zerubabel sampai Yusuf, dan dari Natan (putra Daud) sampai Zerubabel sampai Maria.
Hagai ; dilahirkan / dipersembahkan pada suatu hari pesta.
Garis besar Kitab Hagai dalam Amanat Empat Ganda :
“MULAI HARI INI AKU AKAN MEMBERI BERKAT”
* Berita I : Mendorong Bekerja (1:1-14)
Tanggal 1 Juni 520
Tekanan : “Bangunlah Rumah itu” (1:8).
* Berita II : Meneguhkan Kemauan (2:1-10)
Tanggal 21 Juli 520
Tekanan : “Aku ini menyertai kamu” (2:5).
* Berita III : Menguatkan Iman (2:11-20)
Tanggal 24 September 520
Tekanan : “Mulai dari hari ini Aku akan memberi berkat” (2:20).
* Berita IV : Menentramkan Hati (2:21-24)
Tanggal 24 September 520
Tekanan : “Pada waktu itu . . . . Aku akan mengambil engkau” (2:24).
- - - - - - Isi Berita - - - - - - -
1. Amanat bagi para pemimpin - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Hagai 1:1,2
2. Tantangan kepada umat - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Hagai 1:3-11
3. Jawaban Umat - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Hagai 1:12; 2:1a
4. Firman pendorong - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Hagai 2:1b-10
5. Janji tentang berkat - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Hagai 2:11-20
6. Nubuat kepada Putera Mahkota - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Hagai 2:21-24
SEJARAH SINGKAT BANGSA ISRAEL :
Munculnya bangsa Israel berawal dari janji Allah kepada Abraham didalam kej. 12: 1-3. Ada 7 (tujuh) janji Allah kepada Abraham. Salah satunya Allah akan memberkati keturunan Abraham dan menjadi suatu bangsa yang besar. Abraham memperanakan Ishak sebagai anak perjanjian dan Ishak memperanakan Esau dan Yakub.
Hak kesulungan yang seharusnya dimiliki oleh Esau jatuh ketangan Yakub disebabkan Esau menjual hak kesulungannya oleh karena semangkuk kacang merah sehingga Yakub memiliki arti nama penipu. Tetapi nama Yakub yang artinya penipu diganti oleh Allah dengan nama Israel yang artinya Pemenang setelah Yakub bergumul semalam-malaman melawan malaikat Tuhan ditepih sungai Yabok (Kej. 32: 24-28). Dan Yakub memperanakan keduabelas anak laki-laki dan satu anak perempuan yaitu Dina namanya. Salah satu anak Yakub yaitu Yusuf dengan proses Allah yang begitu panjang maka ia menjadi pembesar ditanah Mesir bahkan menjadi orang kedua setelah Firaun, dan melalui Yusuf inilah maka keluarga Yakub dapat diselamatkan dari kelaparan yang terjadi di tanah Kanaan dan keluarga besar Yakub (Israel) berpindah ke Mesir dan mendiami tanah yang sangat subur yaitu Gosyen namanya. Di situlah keluarga Yakub berkembang dengan pesat dan menjadi suatu bangsa yang sangat besar yaitu bangsa Israel.
Lamanya bangsa Israel ditanah Mesir ± 400 thn, dan setelah Yusuf dan Raja-raja yang mengenal Yusuf meninggal, maka keadaan bangsa Israel sangat memprihatinkan sekali, karena dijadikan seperti budak, harus kerja rodi; mereka sangat ditindas oleh bangsa Mesir.
± tahun 1440 sM, Allah dengan perantaraan Nabi Musa membebaskan Bangsa Israel dari tanah perhambaab Mesir. Musa tidak sempat memasuki tanah Kanaan / tanah Perjanjian, sehingga tongkat estafet kepemimpinan ini diserahkan kepada Yosua dan dibantu oleh Kaleb (keduanya generasi tua); Kedua Hamba Allah inilah yang telah dipercayakan Tuhan untuk membawa umat Israel menaklukkan serta menduduki tanah Kanaan tersebut.
Tiga ratus tahun lebih bangsa Israel dipimpin oleh Hakim-Hakim. Kurang lebih ada lima belas orang hakim yang memerintah, mulai dari Otniel sampai Samuel. Setelah Samuel menjadi tua, maka datanglah tua-tua Israel menghadap Samuel untuk menyampaikan aspirasi umat Israel, yaitu sekiranya Samuel dapat menyampaikan permohonan mereka kepadaTuhan untuk meminta seorang raja supaya dapat memimpin mereka.
Mengapa Bangsa Israel mau meminta Raja manusia, itu dikarenakan :
- Anak-anak Samuel yang bakal menggantikan jabatan ayahnya, tidak menunjukkan etiket yang baik seperti Samuel (I Samuel 8:3)
- Meniru kepemimpinan bangsa kafir yang ada disekeliling mereka.
Aspirasi Umat Israel yang sudah merupakan suatu permohonan ini tentu sangat menyakitkan hati Tuhan, karena bukankah Tuhan telah berfirman kepada mereka bahwa Allahlah yang menjadi Raja mereka ?. Namun demikian karena Allah sangat mengasihi mereka sehingga Allah telah mengabulkan permintaan mereka. Melalui Nabi Samuel Allah telah berfirman untuk melantik Saul Bin Kisy (dari Suku Benyamin) untuk menjadi raja pertama bangsa Israel. Selama 40 tahun Saul menjadi Raja atas Israel. Kemudian Raja yang kedua ialah Daud, yang juga memerintah bangsa Israel selama 40 tahun. Kemudian anaknya yaitu Salomo naik tahta menggantikan Daud. Salomo juga memerintah selama 40 tahun. Setelah Salomo meninggal, maka Kerajaan Israel terpecah menjadi 2 bagian; dikarenakan kehidupan Salomo di masa tuanya tidak lagi berkenan kepada Tuhan, Salomo menyembah berhala.
- Kerajaan Utara yang menamakan diri sebagai Kerajaan Israel berdomisili di bagian Utara Palestina, yang beribukotakan Samaria, dengan Raja pertamanya adalah Yerobeam Bin Nebat. Jumlah suku yang tergabung dalam Kerajaan ini adalah :
1. Ruben 2. Simeon 3. Dan 4. Naftali 5. Gad
6. Asyer 7. Isakhar 8. Zebulon 9.Effraim 10. Manasye
(Suku Yusuf mendapat 2 bagian, karena Yusuflah yang telah menyelamatkan keluarga besar Yakub pada waktu ditimpa kelaparan)
- Kerajaan Selatan yang menamakan diri sebagai Kerajaan Yehuda berdomisili di bagian Selatan Palestina, yang beribukotakan Yerusalem, dengan Raja pertamanya adalah Rehabeam Bin Salomo. Jumlah suku yang tergabung dalam Kerajaan ini adalah :
1. Yehuda 2. Benyamin
Khusus Suku Lewi “Netral”, dengan kata lain Suku Lewi dapat tinggal di Kerajaan Utara / Israel dan atau di Kerajaan Selatan / Yehuda.
Kerajaan Utara / Israel dipimpin oleh ± 19 raja sedangkan Kerajaan Selatan / Yehuda dipimpin oleh ± 20 orang raja. Dari raja Rehabeam – raja Zedekia.
Akibat ulah dari Raja-raja yang jahat, yang tidak menghormati Tuhan bahkan telah menghasut rakyatnya untuk menyembah kepada berhala menyebabkan Kerajaan Utara/Israel diijinkan Tuhan untuk ditawan oleh kerajaan Asyur ± 721 sM, sedangkan Kerajaan Selatan/Yehuda juga diijinkan Tuhan untuk ditawan oleh Kerajaan Babelonia, ± tahun 606 sM.
Tahun 606 sM itu merupakan penyerbuan I ke Yerusalem oleh tentara Babelonia, di bawah pimpinan panglima perang Nebuzaradan, menyebabkan sebagian penduduk Kerajaan Yehuda ditawan antara lain Daniel. Tahun 598 sM penyerbuan ke II dan Raja Yoyakhin ditawan ke Babelonia dan juga termasuk Nabi Yeheskiel. Dalam penyerbuan inilah Bait Allah Salomo dihancurkan. Puncak kejayaan dari bangsa Babelonia berada pd saat Raja Nebukadnezar memerintah dan Raja yg terakhir adalah Raja Belsyazar (555-538) dan sesudah itu kerajaan ini dikalahkan oleh kerajaan Madai Parsi dibawah pimpinan Raja Koresy.
Cara pemerintahan Kerajaan Babelonia dan Kerajaan Madai Parsi tentu ada perbedaanNya, yaitu dalam segi politik, budaya, sosial dan agama. Kalau Kerajaan Babelonia sangat berambisi untuk melebur pola berpikir dari segala aspek kehidupan bangsa-bangsa yang dikalahkannya untuk mengikuti pola hidup orang-orang Babelonia. Tetapi Kerajaan Madai Parsi mereka memberikan kebebasan kepada bangsa-bangsa yang dikalahkan untuk menjalankan kebiasaan / budaya mereka masing-masing termasuk dalam masalah keyakinan / agama. Sehingga Alkitab telah membuktikan Raja Koresy sebagai Raja Kerajaan Parsi yang telah mengijinkan kepada Bangsa Yahudi ini untuk pulang ke Yerusalam dan harus membangun kembali Kaabah Yerusalem yang telah menjadi puing, bahkan bukan hanya disuruh pulang begitu saja namun ada janji dari Raja Koresy untuk membantu secara finansial dalam pembangunan tersebut. Pula menjadi himbauan dari Raja Koresy kalau ada diantara Orang-orang Yahudi yang tidak mau kembali ke Yerusalem, maka mereka harus membantu secara finansial.
Tahun 538/537 sM, Rombongan I yang pulang ke Yerusalem dipimpin oleh Zerubabel. (Zeru ; benih) Zerubabel artinya benih yang lahir di Babel, dan dia adalah keturunan Daud, berarti keturunan Raja. Namun kedudukan Zerubabel waktu itu bukan sebagai raja tetapi sebagai Bupati Kepala Daerah Yudea, dan Gubernurnya ialah Tatnai.
Zerubabel sebagai kepala daerah dan Yosua bin Yosadak sebagai Imam diberikan satu tugas yang mulia untuk membangun Kaabah Yerusalem. Pembangunan Kaabah ini sempat tersendat-sendat karena :
- Orang-orang yang ada di Samaria (yang ditempatkan oleh Raja Asyur setelah melawan Kerajaan Utara / Israel) tidak senang dengan pembangunan tersebut, dan juga mereka merasa takut tersaingi oleh orang-orang Yahudi ini, sehingga mereka sempat mempengaruhi Tatnai sebagai Gubernur untuk merintangi pembangunan tersebut.
- Keadaan Ekonomi.
a. Untuk pihak orang Yahudi, karena mereka baru pulang dari penawanan jadi mereka masih akan menggarap tanah / ladang mereka. Jadi keadaan ekonomi mereka masih sangat memprihatinkan.
b. Untuk pihak Kerajaan Madai Parsi yang menjanjikan untuk membantu secara finansial mengalami krisis ekonomi karena adanya pergantian pimpinan dari Koresy ke Darius.
Kemacetan pembangunan ini sangat terasa sekali karena hampir 14 tahun pembangunan ini tersendat-sendat.
Pada ± tahun 522 sM, maka Nabi Hagai dan Zakharia dipakai oleh Tuhan untuk bernubuat dan mendorong umat Yahudi ini untuk meneruskan Pembangunan tersebut, bahkan mengingatkan kepada mereka supaya mendahulukan kepentingan pembangunan Kaabah di atas kepentingan sendiri.
Hagai bernubuat ini kira-kira 4 bulan lamanya, dan saat itu yang menjadi Pemimpin Kerajaan Madai Parsi ialah Raja Darius.
Rombongan II yang pulang ke Yerusalem dipimpin oleh Ezra ± 457 sM.
Rombongan III yang pulang ke Yerusalem dipimpin oleh Nehemia ± 445 sM.
Tujuan utama dari Nabi Hagai adalah penyelesaian Bait Allah yang pembangunannya tersendat-sendat akibat kemelut ekonomi yang terjadi.
Akibat kemelut ini timbullah keragu-raguan baik dipihak pimpinan agama maupun pejabat pemerintah untuk melanjutkan pembangunan tersebut dan akhlak bangsa Umat Yehuda pada waktu itu merosot, mereka lebih memperhatikan kepentingan mereka sendiri dari pada pebangunan Bait Allah.
Nabi Hagai memusatkan perhatiannya pada masalah pembangunan Bait Allah.
Nubuatannya adalah Konsekuen, mantap dan praktis.
Nubuatan Hagai menekankan bahwa kesengsaraan yang ada merupakan panggilan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang membuktikan pertobatan. Hagai mengingatkan supaya mengutamakan kehendak dan pekerjaan Allah. Jiwa Nasionalisme yang bertumbuh dalam pribadi Hagai yang ditunjang dengan situasi politik, maka Hagai memandang kedepan tentang makna dari kemuliaan Bait Allah untuk bangsa-bangsa, dan berbarengan dengan itu pula, Hagai menunjuk kedepan, kepada harapan-harapan Mesianis yang dihidupkan kembali dalam Tunas Daud yang akan muncul dari Bumi yang tandus (Hagai 2: 7-10 ; 2:21-24). Penderitaan yang dijadikan oleh manusia, akan diganti dengan kemakmuran yang diberikan oleh Allah.
Hagai 2:10 ; Jelas melalui ayat ini ada 2 (dua) pembangunan Bait Allah : secara harafiah, pembangunan I adalah berbicara tentang Kaabah Salomo, yang dibangun oleh Raja Salomo pd masa pemerintahannya di Israel, yg sudah dihancurkan oleh tentara Babelonia, yg dipimpin oleh panglima perangnya Nebuzaradan. - - - - Kaabah yang semula.
Adapun rumah ini, kemegahan yang kemudian - - - - Pembangunan Kaabah yang kedua --- sesudah Umat Yehuda kembali dari penawanan ke Yerusalem, diijinkan oleh Raja Koresy (Madai Parsi), untuk membangun Kaabah yang telah hancur; tugas ini dibebankan kepada Zerubabel, sebab itu Kaabah itu dinamakan Kaabah Zerubabel; dan dikatakan bahwa kemegahan dari Kaabah Zerubabel ini lebih besar dari yang terdahulu.
Dalam penjelasan diatas tadi tentang garis besar dan isi Kitab Nabi Hagai ini, juga merupakan nubuatan masa mendatang, tentang harapan-harapan Mesianis.
Justru itu ayat Firman Tuhan ini, selain ada pengertian harafiahnya juga kita akan melihat pengertian rohaninya :
Kaabah = Bait Allah = Rumah Allah :
1. Berbicara tentang Gedung (Fisik).
2. Berbicara tentang pribadi manusia, sesuai dengan I Kor. 3: 16 ; 6: 19.
Ad. 2. Menurut sejarah Gereja, maka Gereja pertama telah terjadi di Yerusalem pada pencurahan Roh Kudus di kamar loteng Yerusalem.
Namun ini telah di sponsori oleh Tuhan Yesus untuk melahirkan Gereja Tuhan, melalui pengorbanan-Nya di Bukit Golgota (Yoh. 19: 34)
Gereja berasal dari kata Portugis : Igreya.
Bahasa Yunani disebut Eclesia :
Ec = mereka yang dipanggil keluar dari kegelapan.
Clesia = datang pada terang, I Petrus 2: 9.
Sebelumnya Tuhan Yesus naik ke Sorga, Tuhan Yesus telah memberikan amanat-Nya kepada murig-murid –Nya, yaitu : Pergilah ke seluruh Bumi … dst (Mat. 28: 19-20), kalimat terakhir dalam ayat 20 ditandaskan untuk mengajarkan kepada manusia sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh Tuhan Yesus kepada mereka, dan lebih jelas lagi dalam injil Markus 16: 15-18.
Kalau kita telusuri amanat Tuhan Yesus ini yaitu menjadikan manusia sebagai murid Tuhan, nah tentunya untuk menjadi murid harus menerima pelajaran, dan pelajaran yang harus diajarkan kepada sesama manusia ialah Firman Tuhan. Sesudah mereka percaya karena mendengarkan Firman Allah ( sesuai dengan fungsi Firman Allah yaitu, mengajar, menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran; II Tim. 3:16 ) dan sadar, sehingga bertobat dari segala kesalahannya, maka dikatakan baptiskan mereka itu, dan lebih luas lagi dalam injil Markus dikatakan bahwa mereka yang sudah dibaptis akan berkata-kata dalam berbagai bahasa (penuh dengan Roh Kudus), dan diberikan kuasa untuk menyembuhkan orang sakit dan sebagainya (Karunia Roh Kudus). Jadi melalui amanat Tuhan Yesus inilah kita dapat melihat standard manusia untuk selamat :
- Pertama : harus mendengarkan Firman Allah (Roma. 10: 17), dengan mendengar Firman Allah, kita menyadari keberadaan kita sebagai orang berdosa (Roma 3: 23), yang perlu
- Kedua : menyesal dan bertobat (Kis. 3: 19), dan
- Ketiga : hasilkan (keluarkan buah pertobatan) Matius 3: 128. Perwujudan pertobatan…..
- Keempat : menerima baptisan air.
- Kelima : sesudah itu menerima kepenuhan Roh Kudus.
- Keenam dan menerima karunia-karinia Roh Kudus ( Mrk. 16:15-18; Kis. 2:37-38; 1 Kor. 2: 4-6).
Gereja mula-mula ini telah dikatakan diatas, telah dilahirkan oleh Tuhan Yesus sendiri ± 2000 tahun lalu, dan telah diteruskan oleh para pengikut Kristus yang diorganisir oleh Rasul-rasul (Rasul Petrus sebagai ketua), setelah peristiwa kamar loteng Yerusalem ( Kis. 2: 1-13), mereka menjadi Bait Allah sesuai dengan I Kor. 3: 16, maka mereka dengan berani menyampaikan Firman Allah dan banyak orang Yahudi yang bertobat dan dibaptis bahkan penuh dengan Roh Kudus, Firman Allah dikumandangkan, pekerjaan Allah berkembang, orang-orang percaya bertambah.
Perkembangan Gereja secara Eclesia pada abad I berkembang dengan pesat, karena Rasul-rasul telah mengajarkan apa yang telah diajarkan oleh Tuhan Yesus kepada mereka.
Mereka inilah yang disebut Gereja I, yang digambarkan dalam Kitab Nabi Hagai 2:10 ini; ada kemuliaan dan ada kemegahan, namun belum sebanding dengan kemuliaan dan kemegahan Gereja Akhir Zaman. Mengapa ??
1. Gereja mula-mula digambarkan oleh Rasul Paulus, masih bertunangan (II Kor. 11:2), tetapi Gereja kemudian (akhir zaman) akan menikah dengan Tuhan Yesus (secara rohani), Wah. 19: 6-8.
2. Gereja mula-mula digambarkan bagaikan negeri diatas gunung (Mat. 5:14) tetapi Gereja yang terkemudian (akhir zaman) seperti seorang perempuan yang berselubungkan matahari; dengan Bulan dibawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang diatas kepalanya (suatu tanda besar di langit), Wah. 12:1.
Sesuai dengan nubuatan Nabi Daniel 9:26-27; berbicara tentang 1 x 7 masa (TB), 1 (satu) sabat terakhir (TL) … masa = tahun; sabat = 7 tahun. 1 x 7 masa (satu sabat terakhir) dibagi dua yaitu:
Tiga setengah tahun terakhir adalah berbicara tentang masa antikris, namun didahului dengan 3½ tahun, dimana dilimpahkan kemuliaan besar, kepada beberapa orang (Daniel 9: 27a TL), dihubungkan dengan Yoel 2: 23-31 tentang hujan akhir tepat pada musinnya, yaitu hujan lebat, pencurahan Roh Kudus dua kali ganda, Kis. 2: 17-20.
Nubuatan Nabi Daniel dalam Daniel 12: 12; 12:1-13.
Gereja yang terkemudian - - - adalah berbicara gereja akhir zaman - - - berarti zaman kita sekarang - - - yang sedang dipersiapkan oleh Roh Kudus untuk disempurnakan Roh, Jiwa dan Tubuh (I Tes. 5: 23) untuk menikah dengan Tuhan Yesus sebagai pengantin laki-laki.
Sebab itu Gereja Tuhan akhir zaman ini perlu untuk mendengar dan melakukan Injil Kerajaan (Mat. 24: 14), Injil Kerajaan yaitu Raja mencari Permaisuri, yaitu Kabar Kesempurnaan, Kabar Kerajaan. Nah untuk menjadi Gereja yang memenuhi target Firman Allah supaya berhak menikah dengan Tuhan Yesus maka standartnya harus seperti yang diajarkan Tuhan Yesus dalam Firman-Nya seperti yang diamanatkanNya kepada murid-murid-Nya, dalam Injil Matius 28: 19-20, Injil Markus 16: 15-18.
Sebagaimana kita melihat taktik Iblis untuk menggagalkan rencana Allah kepada manusia pilihan-Nya, contoh : Israel; Kaabah Salomo yang menjadi kebanggaan orang Israel karena merupakan KURAKION bagi mereka untuk bertemu dengan Allah, tetapi sudah dihancurkan oleh Nebuzaradan dan tentaranya. Namun ternyata Tuhan tidak membiarkan Kaabah Salomo itu tetap puing sehingga menjadi kecelaan bagi bangsa Israel, tetapi Allah telah menyediakan waktu yang tepat untuk membangun kembali Kaabah tesebut yaitu yang telah dipimpin oleh Zerubabel. Demikian juga rencana Allah untuk Gereja Tuhan diakhir zaman ini, dan iblis mencoba untuk menggagalkannya.
Sejarah Gereja menuliskan bagaimana keadaan Gereja Tuhan mengakhiri abad I setelah Rasul Yohanes meninggal ± tahun 96 AC, maka bermunculan pelajaran-pelajaran yang non Alkitabiah. Keadaan gereja dalam perkembangannya, telah digambarkan oleh Nabi Yoel dalam nubuatannya, dalam Yoel 1: 3-4, 7 :
Keadaan pokok anggur yang begitu baik sehingga mampu mengeluarkan buah-buah telah mulai digerogoti oleh beberapa jenis binatang :
1. Sentadu (TL) - Belalang pengerip (TB)
2. Belalang (TL) - Belalang pindahan (TB)
3. Keridik (TL) - Belalang pelompat (TB)
4. Riang-riang (TL) - Belalang pelahap (TB)
Menyebabkan dalam ayat 7 berkata pokok anggur dan pokok ara menjadi buntung /tunggul.
Demikian juga standard gereja Tuhan yang telah ditancapkan oleh Tuhan Yesus dalam Firman-Nya, dan telah dilaksanakan oleh murid-murid-Nya, setelah Rasul-rasul meninggal, mulai digerogoti oleh pelajaran-pelajaran yang non Alkitabiah. Sehingga abad pertengahan yaitu sekitar abad 10 sampai abad 13, merupakan abad kegelapan bagi gereja, oleh karena standard gereja tadi mulai digerogoti oleh ;
1. Falsafah Sentadu (Belalang pengerip), yang mengajarkan bahwa karunia-karunia Roh Kudus itu tidak penting.Kata mereka pokoknya sudah penuh dengan Roh Kudus sudah cukup; Filosof ini, mengambil dasar ayat dalam I Kor. 13: 8b ; nubuat akan berakhir, bahasa Roh akan berhenti, pengetahuan (marifat) akan lenyap.
Dalam I Kor. 12: 8-11 ; Nubuat, Bahasa Roh dan Marifat merupakan karunia-karunia Roh suci. Kalau kita menelusuri ayat Firman Allah ini, dikatakan bahwa baik nubuat dll, akan berhenti, bukan sudah berhenti, bahkan dalam ayat selanjutnya dikatakan; kalau yang sempurna sudah datang, maka semuanya akan berhenti. Siapakah yang dimaksudkan dengan yang sempurna ? tidak lain, itu berbicara tentang Tuhan Yesus Kristus, karena hanya Tuhan Yesus yang sempurna. Jelas, kalau Tuhan Yesus sudah datang menjemput Gereja Pengantin, karunia-karunia Roh Suci sudah ditiadakan. Karena sampai saat ini peristiwa “Sempurna“ belum tiba, jadi karunia-karunia Roh Suci masih berlaku, sesuai dengan amanat Tuhan Yesus.
Pandangan Filosof Sentadu tadi diancam oleh Firman Allah, yaitu dalam Matius 25:8, 11-12.
5 (lima) anak dara yang bodoh ini, ada pelita dan sedikit minyak.
Pelita berbicara tentang Firman dan minyak berbicara Roh suci. Keadaan seorang yang menganggap, yang penting sudah ada firman Allah karena telah dibuktikan dengan menerima Baptisan Air disertai dengan pengorbanan-pengorbanan, bahkan telah menerima Roh Suci, tetapi karena terpengaruh oleh falsafah sentadu tadi, akhirnya bermasa bodoh, dan menganggap bahwa nubuatan dll, itu tidak penting. Akhirnya menjadi 5 anak dara yang bodoh.
2. Paham / Dogma Belalang (Belalang pindahan); mengajarkan bahwa Baptisan Roh Kudus itu tidak penting, pokoknya sudah dibaptis air, mungkin mereka lupa bahwa kita hidup dalam masa Anugerah dan Kebenaran (Zaman Roh suci), sebab itu peranan Roh suci untuk keselamatan manusia sangat menentukan; Yoh. 3: 5, kalau kita tidak di Baptis dalam Air dan Roh, tidak akan memandang kerajaan Allah/masuk dalam kerajaan Allah.
Menurut pelajaran Tabernakel musa (padang pasir), kalau penurutan seseorang hanya sampai di kolam pembasuhan (Baptisan Air) diancam oleh Wah. 11: 2, halaman tidak akan diukur, tetapi sudah diberikan kepada penguasa untuk dipijak-pijak selama 3½ Tahun masa antikris.
Jelas dogma belalang tidak menjamin masuk dalam kerajaan Sorga.
3. Paham Keridik (belalang pelompat); yang mengajarkan bahwa Baptisan Air tidak perlu, yang penting dalam kehidupan sehari-hari adalah pertobatan; Kis. 2:38 (TL) Baptisan adalah jalan keampunan dosa praktek Baptisan Air juga adalah yang dicontohkan oleh Tuhan Yesus, yang kata-Nya untuk menggenapi seluruh kehendak Allah. Berarti paham dari keridik ini tidak menjamin untuk masuk ke dalam kerajaan Sorga.
4. Ajaran Riang-riang (Belalang Pelahap); mengajarkan bahwa baik karunia Roh Suci, kepenuhan Roh Suci, Baptisan Air, serta pertobatan tidaklah penting, yang penting hanyalah percaya kepada Yesus, (Yohanes 3: 16). Menurut ajaran mereka, keselamatan untuk manusia sudah ada melalui pengorbanan Tuhan Yesus, hal ini memang benar, tetapi keselamatan dalam Tuhan Yesus dapat diibaratkan dengan makanan yang telah tersaji diatas meja dan apabila seseorang tidak berusaha mengambil, makanan itu tidak akan menjadi miliknya ia hanya dapat menyaksikan/melihat, tetapi tidak mengalami/merasakan kelezatan makanan tersebut. Dan Juga kalau hanya berpatokan pada percaya saja, didalam Alkitab dinyatakan iblis juga percaya bahkan gemetar (Yak. 2: 19), dan tidak ada satu ayatpun yang menyokong ada iblis yang masuk Sorga.
Dikataan dalam Yak. 2: 17 …….. Iman tanpa perbuatan adalah kosong.
Falsafah, Dogma, Paham, Ajaran-ajaran baik dari Teolog Sentadu, Belalang, Keridik, Riang-riang, yang telah menyebabkan Gereja pada abad pertengahan sangat suram, namun bagaikan pokok yang tinggal tunggul tadi, kalau akarnya mencium air maka masih ada kesempatan untuk bertunas kembali (Ayub. 14:7-9). Demikian juga dengan Gereja Tuhan apabila sudah terpengaruh dengan Falsafa, Dogma, Paham atau Ajaran-ajaran diatas yang mengakibatkan terjadinya kemorosotan Iman, apabila kembali bersekutu dengan Firman Tuhan dan Roh Kudus maka masih ada kesempatan untuk bangkit Kembali. Sejarah Gereja mencatat bahwa pada tanggal 31 Oktober 1517 muncullah seorang pahlawan Gereja ialah Bapak Reformator Marthin Luther, yang dengan begitu berani menempelkan 95 dalil di Gereja besar Wittenberg, sebagai suatu pemrotesan yang begitu radikal, untuk mengembalikan kemurnian Firman Allah; dan Bermuncullah nama-nama tokoh gereja yang ingin mengembalikan standart Gereja mula-mula, antara lain golongan anabaptis dan lain-lain.
Sejak abad 16 sampai dengan abad XX ini, standard Gereja mulai dipulihkan kembali. Spesial untuk Gereja Tuhan Akhir zaman ini sudah dinubuatkan bahwa Kemuliaan nya lebih besar karena akan mengalami pernikahan dengan Anak Domba Allah (Wah. 19:6-9), sebelumnya akan mengalami seperti apa yang dinubuatkan oleh Nabi Yoel dan juga Kis. 2:17-20, disempurnakan Roh, Jiwa dan Tubuh dan juga mengalami masa Organisme dan juga masa penyingkiran selama 3½ tahun ( Wah. 12: 6,14).
Dalam masa Organisme Tuhan Yesus sebagai kepala Gereja, Roh Kudus dicurahkan bagaikan hujan lebat, sehingga terjadilah peraiban-peraiban kepada Hamba-hamba Tuhan yang luar biasa seperti Filipus yang diraibkan dari Gaza ke Asdod, nubuatan Yesaya 60:1 dst akan dialami.
Sebab itu berbahagialah kita yang hidup diakhir dari pada akhir zaman ini, oleh sebab itu jadilah orang yang terpanggil, terpilih dan setia; karena kemuliaan/kemegahan Gereja Tuhan (I Kor. 3:16 bukan secara Kurakion) terkemudian (akhir zaman) lebih besar dari pada kemuliaan / kemegahan Gereja Tuhan yang terdahulu (abad I).
A M I N……
STTF – STPF LANGOWAN
PENYUSUN
Pdt. Ny. T. A. Surentu, S.Th., M.Div (rektor STT Filadelfia)
DI SUSUN OLEH PDT MELKY RAMBI (Gembala GSPDI TONDEY )